NRFPB Merayakan 53 Tahun Kemerdekan West Papua

Abepura, Jubi – Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) merayakan 53 Tahun Kemerdekaan Papua Barat pada 1 Desember 2014 di Sabron Yaru, Sentani Barat, Port Numbay, Papua.

Presiden Papua, Forkorus Yaboisembut (Jubi/Mawel Benny)
Perayaan kemerdekaan dirayakan dalam bentuk ibadah syukur yang dipimpin Pdt. Yesaya Dimara. Dalam khotbahnya, Dimara mengatakan kemerdekaan adalah pemberian Allah yang menjadi hak semua orang. Orang Papua harus menyambutnya tanpa takut kepada siapapun.
“Saudara jagan takut mengakui diri anda sebagai bagian dari sebuah bangsa. Bangsa yang memilik wilayah, memiliki kekayaan, bangsa yang memiliki kemerdekaan, pemimpin dan keamanan,” ujarnya serius kepada warga Papua.
Presiden Negara Federal Republik Papua Barat, Foekorus Yaboisembut dalam pidato resminya mengatakan manifesto politik Papua Barat 19 Oktober 1961 dan 1 Desember 1961 adalah dua fakta sejarah yang tidak dapat dipisahkan dan tidak boleh dilupakan oleh setiap generasi Papua Barat.
Karena manifesto itu, menurut Yabosisembut adalah fakta sejarah orang Papua melalui Komite Nasional Papua pertama kali menyatakan diri sebagai satu bangsa dengan tanah Air Papua Barat, Bendera Kebangsaan Bintang Fajar. Pernyataan diri orang Papua itu pernah terjadi dalam pengakun pemerintah Nenderland Nieuw Guinea.
“Mereka menghargai, mengakui dan mengizinkan pengibaran bendera kebangsaan Papua Bintang Fajar secara terbuka untuk diketahui umum dan diterima oleh setiap pihak, teristimewa oleh rakyat bangsa Papua sendiri, serta dipertahankan untuk selamalamanya,”.
Walaupun begitu, pemerintah Indonesia karena kepentinganya mencaplok dan mengambil wilayah orang Papua Barat melalui kekerasan militer. Indonesia melancarkan invasi militer ke Papua Barat.
“Indonesia aneksasi Papua Barat melalui TRIKORA yang diumumkan pada 19 Desember 1961 dengan fakta serangan militer pada Januari 1962. Sampai sekarang memaksakan bangsa Papua menjadi bangsa Indonesia melalui pembunuhan, penahanan, pemenjaraan, intimidasi, teror, dan banyak yang disiksa. Ini bukti pelanggaran HAM,” tegasnya. (Mawel Benny)

Sumber : Jubionline

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »