Tampilkan postingan dengan label Jogjakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jogjakarta. Tampilkan semua postingan

RIP; Wagub Papua Barat, Bapak Rahimin Katjong

Papua Barat Berduka : Innalillahi wainnailaihi rojiun, segalanya dari Allah, segalanya akan kembali kepada
pemilik sejatinya. Selamat jalan Bapak Almarhum Drs.Rahimin Katjong Wakil Gubernur Papua Barat.
Semoga amal bhakti di terima di sisi Allah robbun ghafur. 

Dari informasi yang didapatkan Drs Rahimin Katjong M.Ed meninggal di RS.Sarjito Yogyakarta, pukul 04.00 WIB dinihari tadi.

BIOGRAFI singkat; Lahir di Fakfak Pada, Senin, 28 Juni 1948.
Rahimin Katjong adalah Wakil Gubernur Papua Barat  terpilih periode 2012-2017. Ia resmi dilantik pada
tanggal 17 januari 2012 oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi. Sebelumnya, pasangan incumbent
Abraham O Atururi-Rahimin Katjong merupakan Gubernur-Wakil Gubernur Papua Barat periode
2006-2011 yang mencalonkan diri kembali menjadi orang nomor wahid di Papua Barat yang dulunya bernama Irian Jaya Barat. Pasangan tersebut kembali terpilih setelah memenangkan suara sebesar 57,71% dari suara total.
Sebenarnya bukan tanpa masalah Rahimin duduk kembali menjadi seorang Wakil Gubernur Papua Barat.
Persyaratan pencalonan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur yang ditetapkan oleh KPUD Papua Barat yang mengharuskan calon adalah penduduk asli Papua Barat sempat merepotkan pasangan Abraham O Atururi- Rahimin Katjong. Pasalnya, sekitar 28 tokoh masyarakat Fakfak menyodorkan bukti bahwa Rahimin bukanlah penduduk asli Papua Barat, melainkan campuran. Tak hanya itu, pencalonan Abraham O Atururi-Rahimin
Katjong juga sempat tersendat masalah ijazah sarjana bagi Abraham. Pasalnya, Abraham bukanlah seorang
yang bergelar sarjana meski ia merupakan seorang jenderal dari angkatan laut sejak 1973. Namun, ternyata
nasib berkata lain. Usaha pasangan ini menunjukkan kemenangan yang kembali mereka raih. Rakyat masih
menantikan kelanjutan sukses yang mereka raih di periode sebelumnya.
Pasangan yang pada periode pertama diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), pada
pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) ini mereka diusung Partai Golkar, Demokrat, Hanura, Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang, Partai Persatuan Indonesia, Partai Karya Peduli Bangsa serta Partai Patriot.
Sebelum berkarir di bidang politik, Rahimin merupakan seorang guru yang secara perlahan-lahan mengikuti
organisasi keguruan dan berujung pada kantor pemda setempat. Suami dari Naning wibowo ini banyak
bergabung dengan organisasi-organisasi yang membuatnya tahu mengenai politik.(PH)

Mahasiswa Asal Papua, Dilarang Bertemu Jokowi di UGM

YOGYAKARTA – Puluhan mahasiswa dari Papua dihadang polisi saat akan menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi ) yang berada di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM)
Yogyakarta . Mereka terhenti di kawasan Bundaran UGM atau jalan masuk menuju kampus.
Sambil membawa spanduk dan pengeras suara , mereka mengecam tindakan petugas
kepolisian yang melarangnya menemui Presiden Jokowi . Mereka berencana mengadu terkait kasus penembakan lima warga sipil dan 17 korban kekerasan di Kabupaten Paniai yang ditengarai dilakukan oleh gabungan polisi , Brimob , dan Tim Khusus 753 TNI AD.
“Kami ingin menemui Presiden agar kasus kekerasan di Paniai diusut tuntas , ” kata Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Papua Yogyakarta , Aris Teimo , dalam orasinya , Selasa ( 9/12/2014 ) .
Kedatangan mereka bukan ingin mengacaukan agenda Presiden Jokowi di UGM, namun murni ingin mengadukan tindak kekerasan di Papua dan meminta pelakunya diadili . Sayangnya , niat tersebut tidak mendapat restu dari pihak kepolisian.
 “Tolong bapak -bapak polisi , kalau kami tidak boleh masuk, bawa Presiden Jokowi ke hadapan kami . Kami ingin mengadu karena keluarga kami di Papua sedang berduka ,” teriak orator aksi yang mencegah massa agar tidak bentrok dengan polisi . Pantauan wartawan, massa aksi terlihat marah dengan mendorong gerbang yang dicegat polisi . Polisi yang jumlahnya jauh lebih banyak dari para mahasiswa menghalangi langkah para mahasiswa .
Hingga pukul 14 .00 WIB, para mahasiswa melakukan orasi secara bergantian . “Kita ingin melakukan aksi damai kawan -kawan , jangan terjadi tindakan anarkis, ” teriak orator aksi .” Informasinya, Presiden Jokowi menghadiri acara yang digelar KPK dalam peringatan Hari Antikorupsi di Gedung Graha Sabha Pratama
UGM Yogyakarta . Selain itu , Presiden Jokowi juga memberi Kuliah Umum di kampus tersebut.

Stop Klaim Papua Bagian Dari indonesia

Yogyakarta-Puluhan masa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Se-jawa-Bali, melakukan aksi Bisu (Aksi Tutup mulut) menggugat Trikora 19 desember 1961. 
 Dalam aksinya spanduk besar tertulis “19 Desember 1961, Awal Penjajahan Indonesia atas Negara Papua Barat”. Masa aksi memegang empat poster Bintang kejora dan tujuh poster tuntutan aksi dalam keadaan hujan besar. Tuntutan Utama aksi tutup mulut yakni; pertama "PBB dan Indonesia Harus Mengakui Kedaulatan Negara West Papua, Kedua, PBB untuk menggugat pendudukan Indonesia di tanah Papua, ketiga, Penguasa Indonesia untuk menarik Militer (Tni-Polri) dari Seluruh Tanah Papua, keempat, Militer (Tni-Polri) Indonesia untuk menghentikan aksi brutal berupa penangkapan dan pembunuhan kepada aktivis dan seluru rakyat Papua, kelima, Inggris Amerika dan Australia segera hentikan kerja sama militer dengan Indonesia dalam bentuk apapun, “Press Release aksi bisu. 

Aksi dari awal hingga selesai di guyur hujan deras , dalam keadaan hujan yang cukup berat, tetapi semangat dari massa aksi tetap ada, maka aksi berjalan dengan baik dan aman, Rabu (19/12/2012) pukul 10:30 Wib. “Aksi tutup mulut AMP kali ini, kordinator lapangan (korlap) Agus D, menyatakan kita tutup mulut (Aksi bisu) awal sampai jumpa pers disampaikan oleh Juru bicara (jubir)  Rinto K, kepada wartawan yang meliput kegiatan aksi. 
Diisi dengan Puisi Tangisan

Papua oleh perwakilan perempuan Papua, Dilanjutkan dengan Pembacaan pernyataan sikap, “tutur Agus sebelum aksi di mulai. Kemudian mulai kumpul di asrama mahasiswa Papua “Kamasan I” Jogjakarta. Masa aksi berjalan kaki dari Asrama Papua; longmarch sampai depan Perempatan Kantor Pos pusat Malioboro Yogyakarta, selama aksi, massa aksi tutup mulut dengan kain hitam tanpa bersuara kemudian ikat kepala dengan Kain putih tulisan “ Free West Papua” Depan kantor Pos Pusat Kordinator umum Paul Hegemur membacakan "Pernyataan Sikap" aksi Tutup mulut, 19 Desember 1961, Soekarno mengumandangkan TRIKORA di Alun-Alun Utara Yogyakarta dengan tujuan untuk mengagalkan pembentukan negara Papua Barat yang telah dideklarasikan pada 1 Desember 1961. TRIKORA merupakan awal dilakukannya penjajahan Indonesia atas negara Papua Barat. Realisasi dari isi Trikora ini, maka Soekarno sebagai Panglima Besar Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat (Sekarang Papua) mengeluarkan Keputusan Presiden No. 1 Tahun 1962 yang memerintahkan kepada Panglima Komando Mandala, Mayor Jendral Soeharto untuk melakukan operasi militer ke wilayah Papua Barat untuk merebut wilayah itu dari tangan Belanda. Akhirnya dilakukan beberapa gelombang Operasi Militer di Papua Barat dengan satuan militer yang diturunkan untuk operasi lewat udara dalam fase infiltrasi seperti Operasi Banten Kedaton, Operasi Garuda, Operasi Serigala, Operasi Kancil, Operasi Naga, Operasi Rajawali, Operasi Lumbung, Operasi Jatayu. Operasi lewat laut adalah Operasi Show of Rorce, Operasi Cakra, dan Operasi Lumba-lumba. Sedangkan pada fase eksploitasi dilakukan Operasi Jayawijaya dan Operasi Khusus (Opsus). Melalui operasi ini wilayah Papua Barat diduduki, dan dicurigai banyak orang Papua yang telah dibantai pada waktu itu. Hingga kini, Militer (TNI-Polri) merupakan alat negara Indonesia yang paling ampuh untuk menghalau gejolak perlawanan Rakyat Papua yang menghendaki kemerdekaan sepenuhnya dari Indonesia. Berbagai kasus pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) Rakyat Papua terjadi akibat kebrutalan Militer Indonesia. Selanjutnya masa aksi tutup dengan doa oleh Noak G, kemudian berjalan kaki pulang keasrama Papua dengan tanpa suara dalam keadaan hujan. (un/Andy)

Sumber : Umaginews.com

DEMO WEST PAPUA INDEPENDENCE (Video)