Tampilkan postingan dengan label Wall Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wall Facebook. Tampilkan semua postingan
Kibarkan Terus Panji-Panji Perjuanganmu...

Kibarkan Terus Panji-Panji Perjuanganmu...

"Kibarkan Terus Panji-Panji Perjuanganmu di Tahun baru dengan Semangat baru"

kawan-kawanku yang selalu setia di garis perjuangan, kibarkan terus panji-panji perjuanganmu! Tugas pokok pembebasan Nasional Rakyat Papua  perlu di tingkatkan secarah terusmenerus dengan  melakukan kerja-kerja politik dan Organisasi, membangkitkan, mengerakan dan mengorganisir kesadaran massa Rakyat Papua untuk memperjuangkan hak – hak demokratis Rakyat Papua .
kita harus menjangkau berbagai lapisan massa. Kita harus yakin dengan penuh bahwa massa sesungguhnya memiliki watak yang maju dan memiliki kontradiksi-kontradiksi didalamnya hanya karena penindasan imperialisme kolonial dan militer yang masif telah melemparkan mereka dalam posisi ditindas. Namun mungkin saja karena mereka belum sanggup menyadari situasi, sehingga massa masih terjebak dalam buaian mimpi datangnya sang penyelamat, entah darimana datangnya? Kesadaran massa yang demikian harus kita bangunkan. Jangan pernah membiarkan massa terlena dengan harapan-harapan palsu yang digembor-gemborkan.

Kawan! 
Hari beganti, Minggu berganti, Bulanpun berganti dan beberapa hari ke-depan tahun akan berganti. waktu Kemarin adalah sejarah, waktu sekarang adalah goresan perjuangan Pembebasan, dan besok adalah harapan masa depan Rakyat Bangsa PapuaBarat. 
Dengan penuh kesadaran dan kepercayaanakan satu kebebasan, dan dengan pengabdian penuh pada kesadaran dan kepercayaanakan kebebasan, semua perjuangan yang  kita lakukan tidak akan sia-sia. Salam Pembebasan.....!

Musnahkan Imperialisme, Hapus Kolonialisme, Lawan Militerisme dari bumi tercinta Papua Barat. Bersama Kebenaran sejarah sang Bintang Kejora.

Selamat Menyambut Tahun Baru, 1 Januari, 2015



Salam Peluk Erat...!!!


Colonial Land, 29 Desember 2014

-Sumber : Catatan JE.W

SEJARAH SINGKAT POHON NATAL

Foto Pohon Natal di Kamarku
Kebiasaan memasang pohon Natal sebagai dekorasi dimulai dari Jerman. Pemasangan pohon Natal yang umumnya dari pohon cemara, atau mengadaptasi bentuk pohon cemara, itu dimulai pada abad ke-16.

Saat penduduk Jerman menyebar ke berbagai wilayah termasuk Amerika, mereka pun kerap memasang cemara yang tergolong pohon evergreen untuk dekorasi Natal di dalam rumah. Dari catatan yang ada, orang Jerman di Pennsylvania Amerika Serikat memajang pohon Natal untuk pertama kalinya pada tahun 1830-an.

Pohon Natal bukanlah suatu keharusan di gereja maupun dirumah sebab ini hanya merupakan simbol agar kehidupan rohani kita selalu bertumbuh dan menjadi saksi yang indah bagi orang lain “evergreen”. Pohon Natal (cemara) ini juga melambangkan “hidup kekal”, sebab pada umumnya di musim salju hampir semua pohon rontok daunnya, kecuali pohon cemara selalu hijau daunnya.

Pemasangan pohon cemara, baik asli maupun yang terbuat dari plastik, di tengah kota atau di tempat-tempat umum pun menjadi pemandangan biasa menjelang Natal. Salah satu yang terbesar adalah pohon yang ada di RockefellerCenter di 5th Avenue New York Amerika Serikat.

Legenda
Ada beberapa legenda/cerita yang beredar di kalangan orang Kristen sendiri mengenai asal mula pohon natal.

Pengalaman “supranatural” Santo Bonifacius

Menurut sebuah legenda, ada seorang rohaniawan Inggris bernama Santo Bonifacius yang memimpin beberapa gereja di Jerman dan Perancis. Suatu hari dalam perjalanannya dia bertemu dengan sekelompok orang yang akan mempersembahkan seorang anak kepada dewa Thor di sebuah pohon oak. Untuk menghentikan perbuatan jahat mereka, secara ajaib St. Boniface merobohkan pohon oak tersebut dengan pukulan tangannya. Setelah kejadian yang menakjubkan tersebut di tempat pohon oak yang roboh tumbuhlah sebuah pohon cemara.

Martin Luther dan pohon cemaranya
Cerita lain mengisahkan kejadian saat Martin Luther, tokoh Reformasi Gereja, sedang berjalan-jalan di hutan pada suatu malam. Terkesan dengan keindahan gemerlap jutaan bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon cemara di hutan, Martin Luther menebang sebuah pohon cemara kecil dan membawanya pulang pada keluarganya di rumah. Untuk menciptakan gemerlap bintang seperti yang dilihatnya di hutan, Martin Luther memasang lilin-lilin pada tiap cabang pohon cemara tersebut.

Kontroversi
Terlepas dari kebenaran kisah-kisah di atas, hingga hari ini pemasangan Pohon Natal masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan umat Kristen. Bagi orang-orang yang tidak berkenan dengan pohon Natal, mengisahkan bahwa pada zaman dahulu bangsa Romawi menggunakan pohon cemara untuk perayaan Saturnalia, mereka menghiasinya dengan hiasan-hiasan kecil dan topeng-topeng kecil, karena pada tgl 25 Desember ini adalah hari kelahiran dewa matahari, Mithras, yang asal mulanya dari Dewa Matahari Iran yang kemudian dipuja di Roma. Demikian pula hari Minggu adalah hari untuk menyembah dewa matahari sesuai dari arti kata Zondag, Sunday atau Sonntag. Perlu diketahui juga bahwa dewa-dewa matahari lainnya, seperti Osiris, dewa matahari orang Mesir, dilahirkan pada tanggal 27 Desember. Demikian pula Dewa matahari Horus dan Apollo lahir pada tanggal 28 Desember.

Maka dari itu ada aliran-aliran gereja tertentu yang mengharamkan tradisi pohon Natal, sebab mereka menganggap ini sebagai pemujaan dewa matahari. Pemasangan pohon itu dianggap sebagai bentuk penyembahan berhala. Reaksi penolakan itu bahkan awalnya sempat diwarnai keputusan pemerintah Jerman untuk mendenda siapa pun yang memasang pohon cemara sebagai pohon Natal.

Hal itu mulai berubah, saat gambar Ratu Victoria dari Inggris, Pangeran Albert dari Jerman, dan anak-anaknya dengan latar pohon cemara, diilustrasikan di London News. Karena sosok Victoria yang sangat populer, pemuatan gambar itu di media massa pun membuat pohon cemara menjadi pilihan lazim sebagai pohon Natal.

Tradisi
Setelah masyarakat AS mengikuti jejak Inggris menggunakan pohon cemara pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, duniakita.info industri pun semakin berkembang dan merambah ke berbagai negara. Termasuk industri berbagai hiasan pohon Natal seperti bola-bola yang digantung, pernak-pernik Santa Claus, tinsel (semacam tali berumbai yang dililitkan ke pohon), dan lainnya.

Karena penggunaan pohon cemara merupakan tradisi Eropa, ekspresi sukacita yang dilambangkan dengan berbagai dekorasi itu berbeda-beda di setiap negara. Indonesia dan Filipina menjadi negara yang sangat terpengaruh tradisi Eropa itu sampai akhirnya para umat Kristen membeli pohon buatan tapi yang penting berbentuk cemara.

Di Afrika Selatan keberadaan pohon Natal bukanlah sesuatu yang umum. Sementara masyarakat India, lebih memilih pohon mangga dan pohon pisang.
Sumber : Catatan Fb

KONDISI NYATA DI TANAH PAPUA

Oleh Bidana Apyimtean Octoviaen Gerald | Tanggal 02 Desember 2012

Suku-suku dominan dan menguasai atas Tanah Papua : Jawa, Sumatra, Makassar, Bugis, Toraja, Manado, Ambon, Kay dan lainnya sedang mengikuti. Semua lini dikuasai, diisi oleh mereka, entah pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik dan kebudayaan. Orang Asli Papua memang menjadi penonton, tidak diberdayakan sungguh!

Lebih mengerikan adalah sekolah-sekolah negeri dari TK-PT 95% diisi oleh mereka. Dengan lihainya memanfaatkan kesempatan beasiswa bagi orang asli Papua disapu bersih 100% oleh mereka. Mengatasnamakan orang asli Papua mengirimkan anaknya ke luar negeri untuk menyenam pendidikan secara lebih baik. Seusai studi dengan mudah dan beraninya mengisi kesempatan kursi empuk yang seharusnya untuk orang asli Papua. Sangat memalukan lagi adalah informasi jejaring sekolah-sekolah sampai perguruan tinggi terbaik di Indonesia sangat jarang tranparan kepada para siswa dan masyarakat, sehingga anak dari orang asli Papua harus mencari jalan sendiri untuk mendapatkan tempat kuliah.

Keadaan ini bila diamati dengan seksama oleh orang-orang yang memiliki HATI NURANI atau yang sering disebut para Profesor Indonesia akan sangat jelas dan pasti mengerihkan. Akan tetapi para prof Indonesia juga seakan tidak pernah paham tentang problemtika rakyat bangsa ini, contoh realitas Papua. Aneh!! Rupanya para prof Indonesia sudah tidak mampu, mungkin karena gelar prof-nya hasil curian, belian, suap menuap semua? Sudah sangat berbahaya, bukan?

Orang asli Papua harus mencari sekolah ke swasta walaupun biaya cukup mahal. Rata-rata mereka selesai sekolah sampai tingkat SMA dengan fasilitas yang serba kekuarangan. Walaupun demikian, mereka yang berani dan punya niat tuk melanjutkan harus berusaha sedapatmungkin bisa melanjutkan dan selesaikan dalam keadaan akademik yang pas-pasan. Sudah begitu mau mencari pekerjaan pun dipersulit. Realitas yang memprihatinkan bagi kami yang mengerti.

Sebagian besar pejabat asli Papua pun bermain santai tanpa melihat sodaranya yang sedang menderita, asal bicara di media tetapi tidak ada kebijakan yang berpihak kepada orang asli Papua sehingga semua potensinya terabaikan..seiring berjalannya waktu mati secara cuma-cuma. Pada segi lain, para pejabat yang berani segera diangkut dari Papua untuk ditempatkan di Jakarta atau di luar negeri atau selalu dijaga oleh BIN, BAIS, INTELEJEN, dengan demikian mereka tidak bisa berbuat banyak tuk sesamanya.

Sementara pejabat Papua yang wataknya mabuk uang dan mabuk-mabukan lain dipelihara secara rapih dan dibodohi 100% oleh jejaring negara perakus dan lintah darat. Otak dan hatinya sudah disandara 100%, tunggu waktu untuk dilenyapkan. Banyak lagi kondisi serupa yang dengan rapih terlaksana di tanah Papua.

Saya sangat heran terhadap semua suku di atas dengan seenaknya, tanpa peduli dengan suku-suku pemilik tanah Papua yang hidupnya sedemikian susah, tidak memasuki sekolah yang bagus, tidak memperoleh kesempatan beasiswa, dan tidak-tidak lainnya. Seharusnya perlu adanya kesadaran untuk mengakui kesalahan melalui duduk bersama dengan mengedepankan nilai-nilai agama, kebenaran dan keadilan, kejujuran diantara manusia-manusia yang berjiwa, bermartabat ini? Keadaan inilah yang menyadarkan orang asli Papua untuk bangkit dan mengatakan kepada Indonesia untuk HARUS keluar dari negara yang terkenal dengan TERORIS dan KORUPTOR terbesar di dunia ini. Ini adalah akibat dari MENIPU atas nama Negara atau rakyat, menguras daerah rakyat tak berdoa.

Akankah ada keberpihakan konstruktif yang menyadarkan manusia-manusia yang tidak berjiwa dan tak bertulang, tidak punya rasa malu di Papua dan mengangkat manusia-manusia yang tertindas, terabaikan untuk duduk bersama saling menghargai dalam membangun wilayah itu?
Semoga catatan sederhana ini bisa menjadi bahan diskusi publik dan ada tindak lanjut sinergitas demi keselamatan manusia dan alam semesta Papua......]

Sumber : Catatan Facebook 

December 1st

December 1st, adalah reguler date setiap tahun, telah ada Sebelum dan Sesudah masehi, setiap detik setiap menit setiap jam setiap hari minggu bahkan tahun adalah terlampau berarti bagi setiap orang2 luar biasa memaknai dan mensyukuri kehidupan. Sebagai umat Kristus, setiap hari kami mempersiapkan diri en hati menanti Mesias, Hakim Agung datang kembali, 2-3 bulan sebelum Desember tiba, kesiapan diri en hati tapi juga ala kadar pun disiapkan, kidung2 syahdu penuh kedamaian ilahi membahana merasuki relung jiwa2 yang merindukan Pangeran/Raja Damai. Hari ini, hari terakhir dibulan November 2012, ku tak tahu dibelahan dunia lain apa yang mereka lakukan, mungkinkah merenung, mungkinkah sibuk dengan kerja lelahnya, mungkinkah menyanyi, tertawa atau menangis. Entahlah, tapi disini ditempatku berpijak, ditempat kuberdiam, ada syukur yang terungkapan, ada doa dan harapan tersuratkan. Bahwa kami boleh berada di akhir sebuah bulan kehidupan, dan juga doa dan ...
harapan untuk melangkah di hari baru, bulan baru, December 1, 2012.. Kami buta masa depan, kami butuh Tuhan kami menuntun menyertai dan langkah bersama kami di bulan baru nanti. Awal December ketika seluruh umat Kristen menyucikan en mensakralkan bulan penuh Damai dan Syukur, tapi juga sebagai Bangsa di Ujung Timur seperti ketika Bintang Timur menunjukkan pada Para Majus melangkah datang menyembah Seorang Raja yang baru lahir. Demikianlah sebuah bintang kecil, Kejora, Sampari Dek menunjukkan Pada seluruh dunia Akan adanya sebuah Bangsa di Timur, Bangsa Papua. Hari esok bila jarum jam bergulir pada 00:00, 1 Desember, seluruh Orang Papua Sejati pasti tertunduk dalam kerendahan hati mensyukuri Hari Kemerdekaan Bangsa Papua. Tak ada kata indah, yang mampu melukiskan betapa berharganya Hari itu bagi kami. Dalam hati dan jiwa, Kemerdekaan Bangsa dan jiwa tergenggam... Harapan dan iman tetap dalam satu hati, jiwa, roh, pikiran sebagai Bangsa pada Kemurniaan dan Kesetiaan sampai akhir. Segala hormat dan salute kepada semua rakyat Papuan yang tertindas, teraniaya, terbelenggu, tertumpah darah dan terbunuh, tersiksa demi Tanah Negerinya Papua. Ampunan dan belas kasihan, kami mohon atas segala salah yang telah kami lakukan. Tuhan memberkati kita selamanya. Amen. (AN)..
 

PAPUA BARAT SEBAGAI DAERAH “OPERASI GERILYA"

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SUSILO BAMBANG YUDOYONO-BOEDIONO (SBY-BOEDIONO) TELAH MENERAPKAN atau MENSAHKAN
PAPUA BARAT SEBAGAI DAERAH “OPERASI GERILYA”
(PENGAKUAN SEORANG ANGGOTA TNI KEPADA FANNY KOGOYA)
 
Pada hari Rabu, tanggal 23/10/2012 Pukul 15.20 Waktu West Papua, bertepatan pada demonstrasi Nasional KNPB di seluruh Tanah Papua Barat, Saya (FK) bertemu salah seorang anggota TNI yang bertugas di Papua. Anggota TNI yang tidak mau disebutkan nama dan inisialnya tetapi anggota TNI tersebut bersedia menyebutkan status pekerjaannya sebagai seorang anggota TNI di salah satu wilayah di Papua.

Anggota TNI tersebut memberi sejumlah informasi tentang strategi Negara Indonesia ( Militer Indonesia) untuk menghabiskan sejumlah pejuang dan juga orang asli West Papua yang ada di Rimba/Hutan, di Kota-kota, Kampung-kampung dan juga yang berada dimana saja termasuk yang berada di Luar Negeri.
Menurut anggota TNI tersebut bahwa rencana Negara Indonesia untuk menghabiskan seluruh pejuang dan juga manusia West Papua tanpa terkecuali dengan menggunakan berbagai strategi operasi yaitu dari sejak Integrasi West Papua ke NKRI pada tahun 1960 atau setelah melaksanakan PEPERA 1969 di West Papua.

Menurut anggota TNI tersebut bahwa kalau dahulu tahun 1960an – 2000 an sebelum Susilo Bambang Yudoyono (SBY) menjadi Presiden Indonesia, Negara Indonesia (Militer Indonesia) melakukan operasi di Papua Barat dengan berbagai nama operasi yaitu: Operasi Wisnumurti I dan II ; Operasi Tumpas, Operasi Koteka, Operasi Sadar I-IV; Operasi Wibawa I-IV; Operasi Brata Yudha; Operasi Pasca Pembebasan Sandera Mapnduma; Operasi Penyisiran Masyarakat Sipil seperti Abepura 2000 dan Wasior 2001; serta beberapa Operasi Intelegent lainnya.

Sedangkan sekarang di Jaman atau masa kePresidenan Susilo Bambang Yudoyono (SBY)-Boediono telah mensahkan satu nama operasi untuk Papua Barat yaitu “OPERASI GERILYA”dengan Motto” HILANG JANGAN TANYA”. Motto ini berlaku bagi pelaku Operasi Gerilya (Densus 88, Kopasus, Intelegent, Pangdam, Polda) dan juga semua pihak yang sedang melaksanakan Operasi Gerilya di West Papua. HILANG JANGAN TANYA berarti jika pihak Densus 88, Kopasus, Intelegent, Pangdam, Polda hilang/dibunuh dalam melaksanakan operasi Gerilya oleh kelompok lain maka isteri dan anak mereka (D88, Kopasus, Intelegent, Polisi) adalah menjadi tanggungjawab Negara dan pemerintah Indonesia akan senantiasa memberikan jaminan kehidupan. HILANG JANGAN TANYA memiliki makna bahwa jika ada manusia Papua Barat yang hilang maka jangan tanya, karena penghilangan manusia Papua Barat yang dilakukan atas nama Negara adalah bagian dari KEHARUSAN D88 , KOPASUS dan Militer Indonesia demi NKRI.

OPERASI GERILYA sedang berlangsung atau diterapkan di West Papua dengan strategi kerja UMUM dan KHUSUS atau operasi DALAM dan LUAR.

Karakter Operasi Gerilya (OG) adalah West Papua sedang dipandang dan diposisikan sebagai wilayah/ daerah perang maka semua kekuatan perang Indonesia baik peralatan2 perang dan juga jumlah pasukan Militer Indonesia secara Organik maupun Non-Organik sudah dan sedang berada di seluruh Papua Barat dari Sorong sampai Samarai. Sehingga OG mempunyai karakter yang lebih keras adalah “KETEMU ORANG PAPUA BARAT LANGSUNG BABAT/BUNUH“ artinya: Tembak, Culik, Hilangkan, Tangkap dan siksa. Tindakan OG sedang berlaku bagi semua activist Papua Merdeka Spt KNPB, Tokoh-tokoh Gereja seperti Pdt. Dr Benny Giay, Pdt Ndumma Socratez Sofyan Yoman, Pater Dr. Neles Tebay, Tokoh Adat, Pekerjaan LSM, Para Pengacara, Pecinta Lingkungan, Jurnalist Indepent, Tokoh Perempuan, dan semua orang Papua Barat bahkan kepada semua pegawai /pejabat Papua yang sedang bekerja sebagai Pekerja Indonesia.

Menurut TNI yang tidak mau disebutkan namanya itu bahwa pembunuhan Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Musa Mako Tabuni pada tanggal 13 Juni 2012 adalah bagian dari Operasi Gerilya yang diperintahkan oleh Presiden SBY, Kepala BIN, Pangdam, MengkoPolhukam dan petinggi Indonesia lainnya kepada Densus 88 dan Kopasus serta Pangdam dan Polda Papua.

Menurut anggota TNI itu bahwa daerah pengamanan atau daerah darurat militer Indonesia untuk wilayah Jayapura adalah nomor 1 berlokasi di daerah Waena dan nomor 2 adalah daerah Kerom/Perbatasan PNG-Indonesia dan daerah 3 di kota Abe dan Daerah operasi 4 adalah Daerah Sentani, Jayapura kota dan Angkasa.

Menurut anggota TNI itu bahwa semua jaringan telpon/Telkom sudah diambil alih oleh seluruh pasukan D88. Pantauan sedang dilakukan dengan menggunakan peralatan canggih yang dibantu oleh Negara-Negara Luar. Penggunaan alat-alat penyadap itu akan dipakai oleh D88 sama seperti penanganan terorisme di Jawa-Bali atau di dunia lain. Sehingga komunikasi semua orang Papua Barat dalam pantauan militer Indonesia.

Anggota TNI tersebut juga mengatakan bahwa D88 dan Kopasus juga telah membagikan alat-alat canggih/alat penyadap seperti bolpen, jam tangan, kaca mata, tape record, dan beberapa alat lain kepada orang Papua Barat yang menjadi Barisan Merah putih atau milisi Indonesia atau menyamar menjadi seperti aktivis HAM untuk bergabung dengan kelompok-kelompok pro Kemerdekaan dan menyadap semua informasi ditempat-tempat rapat/pertemuan-pertemuan. Propagganda intelegent atau perekrutan mahasiswa/pemuda Papua Barat ini adalah untuk menciptakan politik adu domba (devide et impera).

Menurut anggota TNI itu bahwa semua komando operasi di Papua Barat saat ini sudah diambil alih oleh pihak Densus 88 dan juga pihak Kopasus Indonesia, dan selain pihak Densus 88 dan Kopasus pihak TNI dan Polri di Papua juga telah membentuk nama Tim khusus dengan masing-masing kesatuan.
Anggota TNI itu juga menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudoyono-Boediono dengan perangkatnya MengkoPolhukam, Paglima, Kapolri, Kepala BIN, Kepala Densus 88 saat ini telah mengirim sangat banyak Pasukan Non Organik (Intelegent) sebanyak 1000 untuk Kota Jayapura, dan kota/Kabupaten lain di Papua juga memiliki jumlah yang berbeda-beda. Pasukan Non organic 1000 ini tidak termasuk intel-intel resmi yang sudah berada di Papua sejak dulu melalui kesatuan masing-masing. Intel Non Organik yang baru dikirim ke Papua itu sedang bekerja di Papua dengan berbagai pekerjaan misalnya: Ada intel yang sedang menjadi tukang ojek disetiap pangkalan-pangkalan ojek, sopir-sopir taksi dalam kota dan juga sopir taksi Air port, penjual Voucher, penjual sayur menggunakan motor, penjual bakso di jalan2 , penjual es crim, penjual pakaian di jalan2 maupun di Pasar, penjual Garding antar rumah, pemulung sampah, tukang perbaiki sepatu antar rumah, tukang jual ikan dengan motor maupun di Pasar, menjual nasi goreng, menjual Nasi pakai tenda biru/pecel pada sore-malam hari, penjual rujak/buah-buah di jalan-jalan, tempat-tempat foto kopy, menjadi Mahasiswa baru di Kampus-kampus, menjadi koki di rumah-rumah makan, menjadi pekerja di Hotel-hotel, menjadi security di rumah sakit, penjual tiket di agent-agent pesat Udara maupun kapal Laut, menjadi wartawan di media cetak dan elektronik, penjual perhiasan atau cincin dan gelang dijalan-jalan, penjual balon-balon gas di tempat-tempat umum, penjual air gallon, penjaga tokoh di mall2, penjaga warung internet dan masih sangat banyak penyamaran para intelegent non organic di Jayapura secara khusus dan Papua secara umum.
Menurut TNI itu bahwa D88 juga telah memasang CCTV dibeberapa tempat di Kota Jayapura dan juga diseluruh Kota Kabupaten di Papua, misalnya di waena perumnas 3 di depan salah satu tokoh dekat pos polisi (di tempat Ketua KNPB I Musa Mako Tabuni ditembak) , pihak D88 dan Kopasus telah memasang CCTV. Selain itu disetiap warung-warung internet di Jayapura juga telah dipasang alat penyadap untuk deteksi setiap aktivistas para aktivis di warnet. Dan pihak operator /penjaga warnet di Jayapura atau kota lain di Papua telah kerjasama dengan pihak D88.

Menurut anggota TNI itu bahwa selain penambahan non organic, pasukan organic juga telah bertambah jumlah baik disetiap batalyon, korem, Zipur, Danramil dan juga dalam kesatuan kepolisian dengan jumlah yang sangat banyak.

Menurut anggota TNI bahwa para Densus 88 dan Kopasus yang sudah datang ke Papua itu mereka (D88 dan Kopasus) datang dari Jakarta dengan peralatan lengkap. Jadi mereka juga membawa mobil sangat banyak dari Jakarta, dan dalam mobil mereka sudah menyiapkan senjata/AK lipat dan densus 88 memasang antena (penyadap) GSP, sehingga hampir seluruh kota Jayapura baik di gang-gang/jalan-jalan sedang dikuasai oleh D88 dan juga Kopasus bersama pasukan gabungan lain yang berada di Papua.

Anggota TNI itu juga menjelaskan bahwa ada beberapa titik kumpul atau tempat tinggal Densus 88 dan Kopasus di kota Jayapura adalah di daerah Kerom, di Tanah Hitam (di belakang Multi Grosir ), di belakang terminal Ekspo Waena, di Sentani, dan di Angkasa. Di Ifar Gunung Sentani saat ini ada 2000 anggota TNI yang sedang mengikuti pelatihan /pendidikan militer.

Setelah anggota TNI itu membagi semua informasi tentang Operasi Gerilya (OG) di Papua Barat, dia (TNI) mengatakan tentang kejahatan Negara yang sedang dialami oleh dirinya. Bahwa dirinya bersama teman-temannya(anggota TNI) yang berasal dari Papua Barat sering dianak tirikan /atau di nomor dua (2)kan oleh teman-teman anggota TNI non Papua /atau pimpinan (Komandan) mereka. Sekalipun mereka (TNI) sudah mengabdi sangat lama terhadap Negara Indonesia tetap dalam mendapat jabatan dan pangkat selalu dihambat dan tidak diprioritaskan.

Pengakuan TNI tersebut bahwa, Negara Indonesia bersama militernya seperti “anjing gila/layaknya seperti babi” karena mereka (militer/pemerintah Indonesia) telinga tuli, mata buta yang tidak pernah sadar atas kejahatan yang dibuat oleh mereka (militer Indonesia) terhadap orang West Papua. Sehingga kadang-kadang saya (TNI) sangat emosi/ marah sekali terhadap Negara Indonesia, tetapi karena saya (TNI) sehingga saya tidak bisa melawan, (TNI) dapat perintah dari komandan selalu siap laksanakan padahal semua hal yang saya (TNI) kerjakan adalah bertentangan dengan hati nurani. Jadi suatu ketika bangsa Indonesia ini akan mendapat hukuman besar dari bangsa-bangsa lain.

Menurut anggota TNI, saat ini banyak sekali dana/anggaran untuk Operasi Gerilya (OG) yang sudah dianggarkan oleh Pemerintah Indonesia. Dan kesatuan dari berbagai Tim juga telah dibentuk dengan tujuan mereka untuk berlomba-lomba menjadikan para aktivis Papua Merdeka seperti KNPB adalah sebagai terorisme /perakit Bom. Sehingga para aktivis diberi DPO dan juga target untuk dimusnahkan. Jadi sekarang OG ini juga bagian dari bisnis militer yang sangat besar.

TNI itu menambahkan bahwa mereka (D88, Kopasus dan pasukan lainnya) juga telah membuat jaringan masing-masing terhadap (orang Papua Asli) sebagai informan aktif. Informan ditawarkan harga/pembayaran per/sms senilai Rp 2.000.000. Jadi disetiap kehidupan orang Papua Barat hari ini sedang merajalelah aktivitas militer Indonesia.

TNI itu menambahkan bahwa FK sebaiknya potong rambut gimbal itu, dan juga pesan kepada kawan-kawan FK supaya potong rambut gimbal segera. Karena pihak D88 dan Kopasus tidak akan membiarkan kalian dengan rambut gimbal. Militer (D88 dan Kopasus) telah mengidentifikasi ciri-ciri kalian (FK dkk) yang berambut gimbal sebagai pemberontak/ Melawan Negara Indonesia, sehingga mereka bisa menculik, menembak kalian kapan saja.

PENGAKUAN TNI SELESAI !!!

Kepada seluruh kawan-kawan jaringan yang berada di West Papua dan di dunia mana saja , bahwa berita ini ditulis berdasarkan kebenaran informasi yang sangat terpercaya. Informasi ini tidak bisa diragukan oleh siapapun. Saya (FK) berani menulis informasi ini karena saya (FK) ketemu dia (TNI) selama pukul 13.20-14.50 waktu West Papua tanggal 23/10/2012 di salah satu tempat di Papua. Pada penulisan berita ini, saya (FK) tidak akan menulis sedikitpun ciri2 anggota TNI tersebut (alasan keamanan).

Setelah melihat infomasi yang sangat membahayakan seluruh kehidupan dan kenyamanan orang Papua Barat dari semua element perjuangan maupun masyarakat sipil ini. Maka saya mengajak semua kawan-kawan jaringan (support groups) dan secara khusus Negara-negara pendonor /yang melakukan kerjasama militer dengan Indonesia dan secara khusus yang melatih dan mendanai pihak Densus 88, Kopasus dan juga Kepolisian Indonesia seperti Negara Amerika Serikat, Australia, New Zeland dan Negara2 Eropa lainnya segera bertanggung jawab atas nasib Rakyat Papua Barat yang sedang terancam karena kejahatan Militer Indonesia di West Papua saat ini.
Sehingga berdasarkan informasi yang sangat akurat ini, menurut saya OPERASI GERILYA ini sangat tepat saya katakan bahwa saat ini PAPUA BARAT sedang berada sebagai DAERAH DARURAT OPERASI MILITER INDONESIA.

Maka menurut saya tidak ada alasan bagi rezim Presiden SBY-Boediono mendapat pengampunan dari berbagai pihak, baik masyarakat Internasional dan masyarakat tertindas Indonesia. Oleh sebabnya, Rezim SBY-Boedione HARUS SEGERA mengambil kemauan politik atas aspirasi Rakyat Papua Barat untuk Menentukan Nasibnya Sendiri.

Sekian dan Terima kasih!!

Salam Juang

Oleh : Fanny Kogoya
Sumber : Catatan Fb

SEPTEMBER 2012

Bumi tempat kita berpijak terus berputar mengelilingi sang surya dan terasa waktu terus berganti dalam jarum jam dimana memacu terus kita berjuang bersama-sama melalui pergerakan dari dalam tanah air dan kami yang berada diluar negeri akan terus melanjutkan advokasinya walaupun dinilai barangkali sekecil apapun usaha kita semua pasti disana ...nama Papua Barat menjadi perhatian yang serius.

 Khususnya tahun ini adalah awal dari perjuangan lobying kami ke UN New York ditingkatan tertentu setelah lima tahun berada di Australia, malam ini seperti biasanya, sebagai orang percaya mari terus kita saling mendoakan dan berpuasa serta didoakan agar perjuangan panjang ini dapat menjadi perhatiaan PBB.

Pertumbuhan kampanye yang terus berganti diberbagai level karena saudara/i aktifist, teman-teman bersama rakyat PB ditanah air barat timur utara selatan gunung pantai pesisir bukit terus-menerus menyuarakan itu walaupun patut diakui di berbagai aksi-aksi protest terbuka di jalan raya saudara/i mendapatkan pukulan senjata keras TNI POLRI pemerintah Jakarta, tubuh teman-teman mengeluarkan darah nasionalismemu, kau sampai dihina dan hak suara Ham & Politik diinjak-injak demi harkat dan martabatmu karena perjuangan bangsa bahkan tak disangka jauh dari peri kemanusiaan dan beradab teman-teman kita, rakyat PB ditembak mati ditempat, atau mungkin teman-teman tak bisa tidur nyenyak karena terus ingat ratusan sms yang mengintimidasimu tiap hari dari nama phone celuler bangsa TNI POLRI atau dengan diantara teman-teman kita sedang menjalani masa tahananmu tergores dibalik terali besi sana ada nama-nama pejuang-pejuang PB yang mendekam dibalik detik berjam-jam bertahun tahun atau bulanan penderitaan menantikan kapan dibebaskan untuk kepentingan bangsa diselesaikan saat itu pula ketika pintu penjara terbuka, namun yeah ini masih terus diperjungkan hingga detik ini, harga yang saudara/i telah akan sedang bayar mahal di atas negeri persada daratan laut peisisir tanah air Papua Barat bahkan jalan rayapun teman-teman dengan jiwa mambrium dan cenderawasihmu kau lakukan itu demi satu nama tercinta PAPUA BARAT MATI MERDEKA, hari ini ketika bisa sempat ada di negeri ini masuk gedung tinggi PBB, itu hanya karena perjuangan lebih kurang dari 1 , 6 juta orang rakyat PB selama ini yang masih terus diperjuangkan;

Teman-teman / sahabat sahabat pejuang Papua Barat ditempat ini patut kami mengucap syukur selain dalam posisi study, penelitian mengajar diberbagai kelas nantinya dalam berbagai konflik study di universitas sini, dan tak kala lebih penting adalah menggunakan waktu yang tepat efektif untuk melobyin gke PBB disana pasti kita akan menemukan catatan sejarah yang patut dibuka kembali atau hendaknya dipertimbangkan kembali oleh PBB dan meminta dukungan pemerintah Amerika Serikat itu sendiri untuk penentuan masa depan perjuangan bangsa di hari ini dan mendatang sudah tentu tidak segampang karena rakyat PB kita semua perlu perjuangkan bersama-sama sampai nilai-nilai kemanusiaan perjuangan bangsa diakui dalam sebuah tatatan resolusi PBB dan kiranya Washington administration turut bersuara;

Perjuangan bangsa akan berhasil karena ada perlawanan rakyat dan ini yang saudara/i semua sedang kerjakan ditanah air berhadapan dengan mulut senjata TNI POLRI dalam ciri khas perjuangan teman-teman yang mencintai perdamaian atau perjuangan tanpa kekerasan melawan tirany wayang golek resim Susilo Bambang Yudhoyono.

Sementara dulu dalam catatan malam.

Terima kasih atas dukungan saudara/i aktifist semua di tanah air, maju dan terus berkarya karena perjuangan ini pasti kita akan menangkan dalam waktunya, karena bersama rakyat Papua Barat kita berjuang, 
PAPUA PASTI MERDEKA! 

Salam
 ----------------
Sumber : Catatan Facebook

HUT RI, Di PAPUA Sebagai PENIPUAN

Upacara Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, Sebagai Penipuan Untuk Orang Papua di Tanah Papua

Oleh: Alexander Gobai
 
 Terlihat Orang Papua, berbondong-bondong mengikuti hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 67 diTanah Papua. Orang Papua ras Melanesia sangat senang sekali dalam memeriakan hari kemerdekaan bangsa Indonesia. kami tidak tahu yang sebenarnya apa yang menjadi kebanggaan dari kemerdekaan bangsa Indonesia itu. Pengibaran Bendera Merah Putih di Tanah Papua menjadi salah satu kebangsaan Papua. Saya sangat binggung sekali mengapa Orang Papau mengikuti Upacara Pengibaran Bendera merah putih di Tanah Papua dan Apa menjadi kebanggaan mereka.
 
 Salah satu simbol kemerdekaan Indonesia di tanah Papua ialah Mengangkat jati diri Orang Papua agar benar-benar mengikuti kemauan Bangsa Indonesia. Orang Indonesia memperingati dan menjalankan hari kemerdekaan Indonesia diTtanah Papua. Agar Masyarakat Papua benar-benar mengikuti kemauan ba...
ngsa Indonesia dan kemauan mereka agar tidak terjadi penyuaran-penyuaran yang mana menyuarakan kemeredekaan bangsa Papua di atas NKRI.
 
Orang Indonesia sangat banyak menipu Orang Papua salah satunya ialah melalui Upacara Kemerdekaan bangsa Indonesia. kami Orang papua selalu dijajah dengan berbagai macam cara yakni salah satunya Upacara kemerdekaan Indonesia. kami selalu ditekan oleh bangsa Indonesia. kami selalu dianak yatim piatukan dengan kemerdekaan bangsa indonesia.
 
 
Sumber foto Antara
 Saatnya kita Orang Papua tidak perlu memeriakan hari kemerdekaan bangsa Indonesia. hal ini yang sangat bagus untuk Bangsa Papua. Apa gunanya kalau kita mengikuti kemerdekaan mereka, sama sajakan. Kemerdekaan Indonesia menjadi alat penipu untuk Orang Papua, kemerdekaan Indonesia menjadi alat porak-poranda untuk orang Papua. Oleh karena itu, bangsa Papua tidak perluh mengikuti kemerdekaan mereka.

Orang papua yang berada di tanah papua saja yang selalu mengikuti hari kemerdekaan Indonesia. sedangkan orang pendatang yang berada dari luar Papua mereka sama sekali tidak pernah mengikuti hari kemerdekaan Indonesia. baik dari SD, SMP, SMA/SMK maupun dari Perguruan Tinggi bahkan suluruh Masyarakat pendatang. Hal ini lucukan. Orang pendatang yang berada dari luar Papua mereka Cuma bersyukur saja denga kemerdekaan Indonesia. sedangkan Orang Papua patut dan turut mengikuti kemerdekaan mereka, apa gunanya mengikuti kemeredekaan Indonesia. contohnya saja telah terjadi.
 
Dengan demikian, simbol kemerdekan Indonesia bagi Orang Papua ialah “Mengangkat harkat dan Martabat Orang Papua, agar turut terhadap kemauan bangsa Indonesia”. dan memperingati hari kemerdekaan Indonesia sebagai penjajahan di Tanah Papua. Karena itu, bangsa Papua (Ras Melanesia), kami selalu ditipu dengan adanya kemerdekaan Indonesia.
 
Sumber : A.Gobai

NKRI Hanyalah Simbolisme Di Papua

Oleh : KNPB Pusat

67 tahun kemerdekaan Indonesia dirayakan. Di Papua, daerah yang masih dijajah Indonesia sejak 1962, orang Papua tidak antusias, apalagi ikut merayakannya. Selama 50 tahun Indonesia di Papua Barat, selama itu pula paham NKRI dipaksakan. Karena tidak berhasil mengindonesiakan orang Papua, kini Indonesia memaksakan nasionalisme NKRI melalui simbol-simbol NKRI. Bendera merah putih, umbul-umbul dan semua simbol negara dipasang dimana-mana. Indonesia mengira bahwa dengan begitu mereka akan mampu membangun rasa kesadaran berbangsa Indonesia di Papua.
...
Orang Papua tidak merasakan nasionalisme NKRI. Dan karenanya, orang Papua merasa aneh memandang tingkah laku NKRI yang memajang merah putih dimana-dimana dan memaksakan orang Papua ikut merasakan proklamasih NKRI. Orang Papua tidak merasa memiliki NKRI karena orang Papua tidak terlibat dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Tidak pernah ada sejarah orang Papua menggunakan anak panah, tombak, parang dan alat tradisional lainnya berjuang mengusir penjajah untuk mendirikan negara yang bernama NKRI. Tidak pernah ada seorang Papua berkulit hitam, rambut keriting ikut memproklamirkan negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Tetapi sejarah mencatat orang Papua berniat mendirikan negara sendiri dengan deklarasi bangsa 1 Desember 1961, namun upaya itu dipatahkan oleh nafsu ekspansionis Indonesia.

Lain sejarah lain tujuan. Bagai air dan minyak tak akan pernah bersatu, begitulah Indonesia dan Papua. Segala kebijakan pembangunan dengan niat yang baik maupun tidak baik, tidak akan pernah melululantahkan hati orang Papua yang bernasionalisme Papua untuk menjadi manusia yang punya emosional dalam NKRI.

Sekalipun tanah Papua dibalut dengan bendera merah putih dari ujung sampai ke ujung, tetapi Indonesia tidak akan pernah berhasil mencabut hati dan semangat bangsa Papua yang memiliki cita-cita berbangsa dan bernegara sendiri. Kami tetap Papua, dan engkau tetaplah Indonesia. Kami beda dan tetap beda sampai dunia kiamatpun...

 Sumber : KNPB