Tampilkan postingan dengan label TUHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUHAN. Tampilkan semua postingan

Siapa Yang Bobrok?

OCTHO- BUKU Alkitab di anggap sebagai kitab suci orang Kristen maupun katholik. Maka penulisan maupun terjemahaan buku suci ini haruslah benar dan tepat, hal ini juga agar kesuciaan Alkitab bisa di pertanggung jawabkan dan bahkan bisa di buktikan.

Tapi saya juga ingin menunjukan sedikit "kebobrokan" penulisan maupun penerjamaan Alkitab. Penerjemah yang "bobrok" atau justru para penulis alkitab yang "bobrok", kalian bisa menentukan penilaiaan dan sikap sendiri.

Injil Matius
Dalam Injil Matius 4:1-11 tentang bagaimana Iesus (Jesus) di cobai iblis di padang gurun; Cobaan pertama; Iblis minta batu di rubah jadi roti, Yesus menolak dengan tegas.

Kedua; Iblis membawa Yesus ke bubungan bait Allah, dan menyuruh Ia menjatuhkan diri, Yesus juga menolak.

Dan ketiga; Iblis memperlihatkan kepada Yesus kemegahaan kerajaan-kerajaan di dunia, dan akan memberikan kepada Yesus jika Ia sujud menyembah Iblis, namun lagi-lagi Yesus menolak dengan menyuruh Iblis pergi dari hadapanNya.

Masih topik yang sama, tentang pencobaan Yesus di padang gurun, tetapi kita lihat pada kitab injil yang berbeda.

Injil Lukas

Injil Lukas pasal 4; 1-13 juga menceritakan tentang pencobaan Yesus di padang gurun setelah berpuasa 40 hari lamanya.

Cobaan pertama sama dengan bunyi injil Matius, yakni; Iblis menyuruh Yesus mengubah batu menjadi roti, dan Yesus menolak.

Nah, yang berbeda di pencobaan yang kedua, Injil lukas menulis bagaimana Iblis menunjukan kepada Yesus kemegahaan kerajaan-kerajaan di dunia, dan akan memberikan jika Yesus sujud menyembah dia. Ini berbeda dengan pencobaan kedua pada kitab Matius, yang mana mengatakan bahwa Yesus di bawahd ke bubungan bait suci oleh Iblis.

Dan yang ketiga juga berbeda dengan yang di tulis Injil matius, pada pencobaan ketiga; Iblis membawah Yesus ke bubungan bait Allah dan menyuruh Yesus menjatuhkan diri.

Siapa Yang Salah?

Jadi, Injil Matius menulis berbeda, dan Injil Lukas juga menulis berbeda. Saya sendiri masih bingung, siapa yang bersalah. Injil lukas yang salah, Injil matius yang salah, atau justru penerjemah yang salah.

Ini patut kita diskusikan. Saya kira topik yang menarik. Semakin kita kritis, semakin kita bisa membuktikan sebuah "buku" yang di anggap kitab suci agama nomor satu di dunia ini.

salam,
Pujian Atas Kebesaran TUHAN

Pujian Atas Kebesaran TUHAN

Tuhan itu besar,‭ ‬sangat besar.‭ ‬Tidak ada yang sebesar dirinya.‭ ‬Tidak ada yang sehebat dirinya.


OCTHO- Kau telah menuntun aku,‭ ‬tuntun aku sampai jalan yang memang benar-benar terang.‭ ‬Engkau tidak pernah menghitung dosa dan kesalahan aku,‭ ‬engkau juga tidak pernah menghitung segala pelanggaran aku,‭ ‬engkau selalu merangkul aku,‭ ‬merangkul untuk menjadi manusia yang dapat membawah sebuah perubahan.

Sekarang‭ ‬aku telah engkau pimpin,‭ ‬engkau telah pimpin sampai pada tingkat yang sangat tidak pernah aku sadari.‭ ‬Kalau di pikir,‭ ‬apalah arti diriku,‭ ‬orang tidak berguna,‭ ‬tidak berdaya,‭ ‬dari latar belakang keluarga yng sungguh miskin,‭ ‬bahkan tidak punya apa-apa,‭ ‬apalagi mereka engkau telah panggil.‭

Saya tahu,‭ ‬dengan kejadian itu,‭ ‬engkau mengajari aku untuk lebih‭ ‬mandiri,‭ ‬memandang dunia sebagai sebuah ladang pengembangan diri,‭ ‬sudah tentu harus melibatkan engkau,‭ ‬sudah tentu harus melalui bantuan tanganmu,‭ ‬engkau luar biasa,‭ ‬engkau sungguh luar biasa,‭ ‬semua engkau lakukan tepat pada waktunya,‭ ‬kadang sukar di bayangkan‭…

Aku bukan seorang penjabat Negara,‭ ‬sehingga harus di kenal,‭ ‬aku juga bukan seorang anak yang berasal dari kerajaan,‭ ‬jadi sangat tidak pantas di kenal.‭ ‬Namun aku bersyukur,‭ ‬aku di kenal oleh mereka.‭ ‬Ini semua berkat kau ada dalam hidupku,‭ ‬berkat kau ada dalam darah dagingku,‭ ‬berkat kau adalah dalam‭ ‬pikiranku,‭ ‬dan berkat kau ada dalam perkataanku,‭ ‬dan yang terakhir adalah berkat kau adalah dalam segala tulisanku‭…

KAU adalah TUHAN,‭ ‬TUHAN adalah TUHAN.‭ ‬Tidak ada manusia di muka bumi ini yang dapat menyamai kebeasaran,‭ ‬keagungan,‭ ‬dan kehebatanmu,‭ ‬engkau adalah RAJA,‭ ‬segala raja.‭ ‬TUHAN segala Tuhan,‭ ‬bapa segala bape.‭ ‬Engkau sungguh sangat luar biasa,‭ ‬dan itu terbukti sangat luar biasa.‭ ‬Engkau sangat di kagumi,‭ ‬karena segala karya penciptaanMU‭…‬..

Kadang kami susah membayangkan kehebatan,‭ ‬kebesaran,‭ ‬serta keagunganmu,‭ ‬sungguh,‭ ‬engkau TUHAN yang sangat suci,‭ ‬TUHAN yang sungguh mulia,‭ ‬sangat sungguh mulia.‭ ‬Tidak pernah terbayang,‭ ‬ketika kau rela mati,‭ ‬MATI untuk tebus segala dosa dan salah manusia.‭

Kami sadari,‭ ‬semua yang kami lakukan,‭ ‬semua yang kami kerjakan,‭ ‬dan semua yang kami korbankan tidak akan sebanding dengan segala karya penciptaanmu.‭

TIDAK PERNAH kubayangkan,‭ ‬kau membuat semua ini tepat pada waktunya,‭ ‬kadang manusia sukar membayangkan semua karya peciptaan itu.‭ ‬Ini sebuah anugerah TERBESAR yang adak dalam dunia,‭ ‬ada dalam segala hayatan dan ingatan‭ ‬Kita.‭

Sekarang saya sedang melangkah,‭ ‬melangkah untuk sebuah kebutuhan,‭ ‬kebutuhan rakyat Papua,‭ ‬kebutuhan tanah air.‭ ‬Hanya engkau yang mampu,‭ ‬hanya engkau yang sangat-sangat‭ ‬mampu,‭ ‬hanya engkau yang dapat,‭ ‬dapat memastikan,‭ ‬dapat menghendaki,‭ ‬dan dapat menyatakan semua rencana itu.‭ ‬Saya menyerahkan segalanya,‭ ‬segala keputusan,‭ ‬segala rancangan,‭ ‬dan segala kebutuhan ke dalam‭ ‬pintu baitmu,‭ saya ‬sangat‭ ‬percaya,‭ ‬percaya akan engkau.‭ ‬Percaya akan segala kemampuan yang kau buat.‭

Besok akan tiba di Jayapura,‭ ‬besok akan bertemu siapa saja,‭ ‬mereka bisa jadi setan,‭ ‬bahkan bisa jadi malaikat.‭ ‬Aku tidak punya indera keenam untuk membedakan‭ ‬semua itu,‭ ‬aku tidak mampu membedakan semua itu.‭ ‬Engkau mampu,‭ ‬engkau mempu menentukan,‭ ‬dan engkau mampu membedakan,‭ ‬bantu akau,‭ ‬tolonglah aku,‭ ‬aku ingin kau yang menjadi pribadi dalam hidupku.‭

Terima kasih TUHAN,‭ ‬terima kasih,‭ ‬kau memang hebat,‭ ‬dan sangat2‭ ‬hebat.‭



Bandara Internasional,‭ ‬Soekarno Hatta,‭ ‬Jakarta.‭
Sabtu, 08 Mei 2010, Pukul‭ ‬20:34‭ ‬wib



headerr

Renungan Minggu ini; Tuhan Muak Dengan Orang Kristen Yang Munafik

OCTHO- Dalam sebuah tempat ibadah, yang dipenuhi oleh sekian banyak anak muda, Tuhan berbicara betul melalui seorang hamba-Nya, bahwa Tuhan muak dengan setiap orang Kristen yang kadang berteriak Tuhan, namun hatinya tidak seperti yang diteriakan. Dengan pasti hal ini membuat Tuhan kecewa dan sakit hati.

Gambaran kekecewaan Tuhan terhadap umat manusia (khususnya orang Kristen) ditunjukan dalam beberapa ayat dikitab Matius 7:21-23. Memang betul, dari bacaan dalam kitab Matius bisa disimpulkan bahwa, Tuhan betul-betul muak dengan orang Kristen yang bersikap munafik, bahkan kadang egois membanggakan, bahkan mementingkan dirinya. Bisa baca kutipan ayat di bawah ini.

Bukan setiap orang yang berseru kepadaku Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak bapak-Ku yang di Sorga. (Ayat 21)

Pada hari terakhir, banyak orang akan berseru kepada-Ku, Tuhan, Tuhan bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak muzijat demi nama-Mu juga?(Ayat 22)

Pada waktu itulah, Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata; aku tidak pernah mengenal kamu! Enyalah dari pada-Ku kamu sekalian pembuat kejahatan.(Ayat 23)

Teguran yang Tuhan sampaikan melalui hamba-Nya ini betul-betul membuka mata rohani seluruh anak muda yang hadir dalam rumah ibadah tersebut, bahwa memang betul, selama ini banyak orang Kristen yang bersikap munfaik, bahkan menggap dirinya yang paling benar dari sekian banyak agama yang ada.

Dalam keseharian, yang selalu mengusir setan demi nama Tuhan, membuat muzijat demi nama Tuhan, bahkan bernubuat demi nama Tuhan hanyalah orang Kristen. Tidak ada agama lain yang bernubuat, membuat muzijat, bahkan mengusir setan menggunakan nama Tuhan.

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa ini memang betul-betul, bahwa beberapa ayat ini ditujukan untuk orang Kristen, yang selalu beranggapan bahwa dirinya yang paling benar dan akan diselematkan.

Ini sebuah kenyataan hidup yang tidak bisa kita mengelak. Mengetahui hal ini, bukan seraya diam saja, tetapi berbalik seraya mengubah diri kita untuk hidup lebih baik lagi. Karena percuma menjadi seorang pengikut kristus alias orang kristen, namun hati dan perbuatannya tidak seperti yang kristus kehendaki.

Dalam Alkitab tidak pernah di tunjukan bahwa agama Kristen dapat menyelamatkan umat manusia, dengan kata lain label agama Kristen membuat kita bisa masuk surga, tidak ada yang mengatakan demikian. Pemahaman yang salah tentang agama dan kepercayaan, membuat banyak orang Kristen yang berbesar hati, sudah tentu membuat dirinya acuh tak acuh dengan segala ajaran Tuhan yang memang betul-betul harus di laksanakan.

Yang ada dalam alkitab, hanya orang-orang (bukan orang Kristen saja) yang betul-betul percaya sama Tuhan, dan memegang teguh titah-titahnya yang dapat di selamatkan. Ini sebuah perintah yang mewakili semua perintah Tuhan.

Mungkin diantara kita tidak banyak yang sedang ingat perumpaan yang Tuhan berikan tentang orang Samaria yang murah hati (Luk 10;25). Ini sebuah gambaran tentang ego dan tinggi hatinya para imam atau orang lewi (berbicara tentang orang Kristen) yang selalu mementingkan dirinya sendiri.

Dengan ini menimbulkan pertanyaan untuk kita, apakah tetap menjadi pengikut kristus (orang Kristen) dengan perbuatan dan pribadinya yang tidak seperti kristus, atau berpura-pura tidak mengenalnya, dengan tetap mengikuti keingingan daging?

Sungguh, ini sebuah keputusan dan pilihan hidup yang akan menentukan, apa dan bagaimana jadinya diri kita di masa depan. Segala karya penting, kelebihan, bakat, talenta serta nafas hanya karena Dia kita mampu menggapai bintang (menjadi orang berhasil). Mungkin keputusan yang kita ambil, akan menentukan sikap Tuhan untuk menjadikan apa dan bagaimana diri kita di masa yang akan datang, termasuk berbicara mengenai sebuah keselamatan. Syallom, damai sejahtera.

Sumber Gambar: http://jpminiestry.files.wordpress.com/2008/04/picture11.jpg


headerr

Agama dan Gombalnya Manusia

OCTHO- Stop bicara banyak banggakan AGAMA sudah, kalau memang kenyataannya AGAMA jadi payung untuk baku bunuh. AGAMA jadi payung untuk jajah, tindas bangsa laen yang lemah, bahkan AGAMA jadi payung untuk saling menyalahkan kepercayaannya.

Konflik di Afganistan, Irak, Iran, bahkan di Indonesia sendiri dalang utamanya karena ribut persoalan AGAMA. Ribut soal siapa TUHAN-nya yng paling berkuasa, paling hebat, paling dasyat. akhirnya berkuasanya, hebatnya, dasyatnya TUHAN yang di yakini itu membuat semua punya mata hati buta. Bahkan pikiran tentng fakta, nyata dan realitasnya dunia jadi gelap gulita.

Di dunia ini tidak ada satu AGAMA-pun yng benar, di dunia ini tidak ada satu AGAMA-pun yng istimewa, di dunia ini tidak ada satu AGAMA-pun yng berkuasa. Bahkan di dunia ini, tidak ada satu AGAMA-pun yng paling sempurna. Semua terlalu di lebih-lebihkan, hanya untuk sebuah kepentingan status kehidupan diri sendir dan golongannya.

Yang ada di dunia ini hanya KEGOMBALAN manusia krn MEMBENARKAN, MENGISTIMEWAKAN, BAHKAN MENYEMPURNAKAN agamanya sendiri. Ini kesalahan, kebodohan, dan keserakaan terbesar manusia di muka bumi ini. Tetapi yang anehnya, dengan segala kebobrokan itu, manusia masih menggunakan pikiran “busuk” itu untuk tetap melebarkan sayap pengajarannya.

Trus perlu di pahami juga oleh semua kita, AGAMA tidak menyelamatkan seseorang. AGAMA tidakk merubah nasib seseorang, AGAMA tidak mentahirkan cacatnya sesorang bahkan AGAMA tidak akan membangkitkan nyawa seseorang yng telah meninggal. Mustahil, kalau ada yang bilang AGAMA dapat melakukan semua hal itu.

Semua tergantung kepada TUHAN mana yng dipercayai, TUHAN mana yang diandalkan, dan kepada TUHAN mana yang di yakini. TUHAN, atau ALLAH di dunia ini banyak, tinggal kau mau taat dan kau patuhi TUHAN atau ALLAH mana?? Bisa rutinitas, pekerjaan, kegemaran, bahkan kekasih jadi ALLAH.

Ingat Adolof Hitler, pembangkang paling bejat di dunia yng berencana memusnahkan bangsa Yahudi, dia adalah salah satu dari sekian banyak orng yang di besarkan di sebuah biara agama katholik (tempat suci). Dirinya dan kepercayaan kepada TUHAN-nya yng dia yakini membuat dia menjadi seorang pembunuh berdarah dingin sepanjang masa. Sampai saat inipun masih simpang siur, paham apa yng membawahnya menjadi manusia sedemikian jahat, walau banyak orang isukan paham Charles Darwin telah mengubah arah hidupnya.

Untuk apa bicara, bahkan debat soal agama, kalau kenyataannya AGAMA menciptakan manusia-manusia jahat dan bejat yang balik makan manusia lain yang lebih lemah. Noor Din M Top, gembong teroris yng menjadi lahapan media masa saat2 ini adalah satu dari sekian contoh, membela keyakinan, AGAMA, bahkan TUHAN-nya yng di anggap paling benar dan paling sempurna. Mati syait adalah keyakinan mereka, bahwa mereka akan bersama-sama dengan TUHAN-Nya di surga, karena menjadi seorang pahlawann

Terkait Krismuha yng di singgung dalam ulasan di Media Kompas beberapa waktu lalu, saya kira hanya salah satu dari beberapa usaha untuk meng-Islamkan manusia Papua dan tanahnya. Itu tidak masalah, yang penting agama itu tidak membuat manusia Papua tetap terjajah, bahkan tetap terbelenggu. Lanjutkan segala kegiatan amal yng di lakukan, kalau itu memang membangun masyarakat Papua.

STOP bahas kearah sana berlebihan, kita focus bahas ke tujuan yng lebih baik serta hakiki, dalam arti bukan soal itu tidak penting, tapi soal itu perlu di bahas pada kesempatan lain, karena hal ini kadang sedikut menganjal perjuangan yang sedang di gapai.

Mungkin begitu sobat2 perjuangan sekalian, kalau ada yang tersinggung dengan uraian ini, bahkan tidak terima dengan arah pikiran saya, mohon di maafkan, karena tidak ada manusia yng sempurna dalam menuturkan kata2, kita semua sedang belajar untuk mencapi kesempurnaan itu. Selagi Matahari masih menyinari pagi dan siang kehidupan kita, saat itu pula manusia harus menggaskan semua idenya untuk sebuah perubahan yng lebih mulia.

Sumber Foto koleksi pribadi, hasil jepretan saat2 masih belia dulu.




headerr

Sa T'lah Berdosa Padamu, Maafkan Sa....

OCTHO-Harga dirimu, harga diriku….
Jati dirimu, jati diriku..
Dukamu, nestapaku
Tangisanmu, tangisanku…..

Keperawananmu telah di ambil orang,
Kau rapuh
Tak berdaya
Serta
Terpasung
diatas alam nyata

Kadang kiamat susah di tebak......
Surga atau neraka jg tak kunjung jelas,
Alam juga kadang berbisik lain
Setan-pun kadang tidak menjelaskan

Yang menjelaskan kadang menjijikan,
menyaksikan
Berlumuran darah,
Tangisan asa,
Pupusnya harapan,
Kehidupan maut
Kadang jadi jawaban akhir

Mungkin……..
TUHAN, buta, tuli
Jenuh, bosan, capek, malas
Jijik, muak, bahkan najis
Dengan
Sebuah kebebasan
Sebuah keadilan
Sebuah kebenaran
Serta
Sebuah muzisat

Aku sungguh berdosa
Membiarkanmu,
Terlantarkanmu,
Menyerahkanmu,
Bahkan mengobankanmu
Untuk menjadi
MANGSA
Kapitalis

Maafkan TUHAN-ku
Maafkan Aku,
Maafkan generasiku

Sa janji,
Sa akan berjuang, berlutut, serta bekerja
Untukmu, (rakyatnya dan tanahnya)

Secercah sinar harapan,
Melihat
Sebuah kebebasan,
Kedamaiaan, serta kehidupan baru
Adalah taruhanku untukmu
TANAHKU PAPUA….


Villa Pemikiran Kebebasan Papua

Nabire, 09 August 2009





headerr

Mempertanyakan Peran Tuhan Untuk Papua?


OCTHO- Dalam suatu waktu saya berpikir panjang mengenai kebesaran TUHAN sebagai sang pencipta tunggal, yang mana telah turut menciptakan manusia Papua dan tanahnya. Kata kebanyakan orang, hal ini tidak perlu untuk dibicarakan, apalagi memang betul bahwa Tuhan telah menunjukan kebesarannya melalui beberapa karya nyata untuk tanah Papua. Namun saya kira semua itu tidak cukup.

Muncul beberapa pertanyaan dalam benak, Apakah memang benar Tuhan adalah segalanya untuk orang Papua. Apa benar, Tuhan pencipta orang Papua dan tanahnya. Apakah Tuhan menciptakan manusia Papua untuk menikmati sebuah karya kebebasan ataukah semua itu hanya sebuah degungan semangat yang perpesan kosong, dan penyejuk dahaga sesaat untuk orang Papua dan tanahnya.

Mungkin semuanya tidak akan seperti begini, dimana setiap saat tumbuh sumbur konflik baru, yang ujung-ujungnya rakyat Papua pihak yang lemah jadi korban. Nyawa manusia yang tak berdosa melayang begitu saja. Hak untuk menyampaikan pendapat dalam renah berdemokrasi disumbat begitu saja, mungkin manusia Papua dianggap layaknya binatang yang tidak paut untuk bersuara, dan masih banyak persoalan lainnya yang turut melemahkan dan menghancurkan orang Papua..

Intergrasi masuknya tanah Papua ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 1969 melalui PEPERA adalah salah satu problem yang menganjal dan menimbulkan sederatan konflik di bumi Papua. Dan mungkin banyak orang bertanya, sebenarnya TUHAN menginginkan dan menghendekai apa dari permulaan konflik seperti itu? Bukankah Tuhan harus mengambil bagian dalam proses seperti ini?

New York Agrement (1962) adalah sebuah produk perintah gombal yang tentu telah menghukum mati, bahkan membinasakan seluruh warga Papua dari amukan colonial (red, penjajah) di tanah Papua. Elsworth Bungker dan kaki tangannya menginginkan Papua masuk dalam NKRI, yang imbasnya membuat mati suri rakyat Papua sampai saat ini. Bahkan Resolusi PBB Nomor 2504 tanggal 19 Desember 1969 mungkin bagian dari pelecahan hak hidup dan hak merdeka rakyat Papua.

Awalnya Amerika Serikat, Indonesia serta Belanda telah berunding tentang kepemilikan status tanah Papua Barat, yang katanya melimpah dengan susu dan madu. Tidak mungkin belanda mempertahankan power di bumi Papua, sedangkan tuntutan dunia Internasional agar Papua di lepaskan semakin menggila. Dan tidak mungkin juga Amerika Serikat langsung megklaim Papua dari bagiannya, mungkin Indonesia di rasa sangat tepat untuk memilki tanah Papua, dengan sederatan alasan kepemilikan tanah Papua yang sangat-sangat tidak jelas.

Hal ini telah turut melemahkan “mimpi-mimpi” Belanda untuk melihat sebuah Negara yang merdeka dan berdaulat di tanah Papua, ras Melanesia. Semua kita telah paham, bahwa sebelum New York Agrement diluncurkan, Papua telah diberikan sebuah kemerdekaan oleh Belanda, yakni menjadi sebuah bangsa, Bangsa Papua. Dan kemerdekaan itu sendiri telah tumbuh beberapa waktu kedepan, walau kedaulatannya tidak diakui oleh Indonesia dan Amerika secara sah, dengan kepentingan kedua Negara ini di bumi Cenderawasi yang kaya raya.

Tanggal 1 Desembert, Tahun 1961 kemerdekaan Papua telah diberikan oleh Belanda. Hal ini ditandai dengan berkibarnya bendera Bintang Kejora bersamaan dengan bendera Belanda dalam beberapa wakt. Walau saat itu Indonesia dan Amerika memilki kecemburuan yang sangat mendalam dengan moment ini, akhirnya juga bendera bintang kejora tetap di kibarkan di bumi cenderawasih, Papua. Tak heran jika Bung Karno melalui Trikora, 19 Desember 1961, pada butir pertamanya menyebutkan, "Bubarkan Negara Boneka Papua bentukan Belanda colonial.

9 Tahun lamanya, dari tahun 1961 hingga tahun 1969 adalah waktu tidak sedikit panjang untuk melihat secercah harapan tentang sebuah kemerdekaan rakyat Papua yang telah di peroleh dari Belanda. Perlu dipertanyakan juga, konstitusi dari pada pembentukan Negara Papua telah tertata rapi, bahkan ideologinya-pun telah sedikut tumbuh sumbur, dimana membuat rakyat Papua pada saat itu sedikit bebas, Namun toh semua itu gagal mendewasakan rakyat Papua dan tanahnya sebagai basis sebuah kebebasan.

Ini yang jadi pertanyaan sampai pada saat ini, apa kehendak Tuhan dengan semua peristiwa ini. Apakah Tuhan menghendaki Papua dan tanahanya untuk menjadi milik bangsa lain, atau apakah Tuhan ingin orang Papua dan tanahnya diciptakan untuk mencukupi kepentingan Negara lain.

Mungkin jawaban ini yang tidak pernah orang Papua dapatkan. Ataukah ada rencana Tuhan dibalik semua peristiwa ini. Yang penting keraguan banyak orang Papua tentang kebenaran hadirnyua Tuhan patut untuk di tumbuh kembangkan. Dan saya yakin, bahwa banyak orang sepaham dengan paham ini, paham meyakini bahwa Tuhan tidak ada di bumi Papua.

Keadilan untuk orang Papua dan tanahnya sangat sukar untuk ditemukan. Melihat sebuah keadilan untuk tanah Papua dan masyarakatnya seperti mengharpkan jatuhnya bulan. Lihat saja, sederatan pelanggaran yang terjadi, dengan diseretnya rakyat Papua sampai di pengadilan, apakah ada angin segar untuk orang Papua. Keadilan untuk orang Papua di jawan dengan kekerasan, bui (penjara) bahkan yang lebih tragis lagi sampai pada tempat peristrahatan seumur hidup (kematian)

Mungkin terlalu banyak luka batin yang harus dibalut dari bumi Papua. Mungkin noda dari pada persoalan dan konflik yang tumbuh sumbur dan berkembang tidak sebanding dengan kepercayaan mereka pada Tuhan sebagai sang pencipta tunggal di bumi Papua. Bukan hal baru, dan juga bukan paham baru kalau orang Papua sangat turut ragukan kehadiran Tuhan di bumi Papua.

Buktinya, walau mayoritas agama di Papua nasrani, tho nasibnya tidak pernah berubah. Malahan nasib yang berubah hanya kegombalan dan kebobrokan rakyat Papua untuk tetap menuntut sebuah kebebasan. Gombalnya rakyat Papua dalam menuntut sebuah kebebasan, di landaksna pada ketidakadilan Tuhan sendiri untuk orang Papua dan tanahnya.

Yang terpenting dan patut untuk di awasi adalah jangan sampai ada generasi muda Papua yang bangun Papua dengan pemahaman barunya tentang ketidak hadiran Tuhan untuk masyarakat dan tanahnya Papua. Saya yakin, banyak orang akan sepaham dengan seorang revolusioner seperti ini, apabila paham yang di ajarkan memang sesuai dengan fakta tanah Papua di masa sekarang ini.

Adolof Hitler (1889-1945) pimpinan NAZI yang sangat kejam adalah salah seorang dari sederatan manusia bejat di muka bumi yang hadir dan menantang Tuhan karena kekecewaannya pada agama, Yahudi dan Tuhannya. Teori Charles Darwin telah masuk kedalam benaknya. Selain Hitler, banyak lagi orang berpengaruh, termasuk penganut paham komunisme Karl Marx (1818-1883) dan Friedrich Engels (1820-1895) bahkan juga penganut paham atheisme Ludwig Feuerbach (1804-1872)

Kita tunggu, generasi muda Papua dan orang Papua akan bicara apa dengan semakin menggilanya konflik di Papua yang membuat orang Papua tetap menjadi mangsa kapitalis, dan membuat manusia Papua sedikit lagi akan punah. Patut untuk dibicarakan hal ini, karena menyangkut masa depan orang Papua.

Tuhan perlu berbicara, dalam kasus salah tangkap pasca kerusuhan di Polres Abepura 09 April lalu, dimana turut mengisahkan luka batin yang begitu mendalam. Bahkan sempat bertanya-tanya, betulkah kalau memang TUHAN hadir untuk membebaskan rakyat Papua dari penjajahan dan pembunuhan kaum penjajah yang sangat ganas.

Saya digiring pergi ke truck Brimob yang diparkir di Jalan Biak, saya disuruh naik ke atas truk, Di dalam truck itu saya melihat 3 orang kena tembakan masing-masing; 1 (satu) orang luka bagian tangan, satu orang luka di bagian lutut dan satu orang lagi di bagian perut, Tali perutnya keluar sehingga dia menekan perutnya dengan baju.

Tak lama kemudian satu anggota Brimob menodong dan memaksa saya untuk menjilat darah dari luka korban yang terkena tembakan di bagian tangan. Saya tidak mau, tapi Brimob bilang kalau kau tidak mau jilat darahnya, saya akan tembak kamu saat ini juga. Saya takut ditembak sehingga menjilat dan meminum darah korban berulangkali hingga darahnya mengalir dan menempel ditanggannya bersih. Setelah itu kami dibawa menuju Polsek Abepura dan dibawa lagi ke Polda Papua untuk diinterogasi tapi tidak didapati bukti kesalahan sehingga saya dan kawan-kawan dibebaskan pada 11 April dan dikenakan wajib lapor.

Ini kesaksian Lauren Kogoya korban salah tangkap POLDA Papua, 09 April di asrama Ninmi, Jayapura. Tuhan sebegitu jahat kha engkau, apa engkau hanya menutup mata dengan sederatan penderitaan ini. Hati saya menangis, ketika mendengar tuturan saudara Lauren Kogoya, sebegitu kejam dan jahatnya Negara Indonesia.

Bahkan secara tidak sadar, sampai-sampai saya mengklaim Tuhan telah bekerja sama dengan aparat MILITER Indonesia untuk membinasakan orang Papua secara tidak manusiawi. Mungkin hanya TUHAN yang mengetahu apa maksud dan tujuan dibalik segala penderitaan yang dibiarkan tumbuh sumbur di tanah Papua untuk masyarakat Papua hadapi**

Sumber Gambar: klik disini


*Sebuah Catatan Kusam yang Patut untuk di Jawab





headerr