Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Dirumah sakit Wamena, Yang Sakit Ibu Tapi Meninggal Bayinya


Seorang ibu yang berasal dari Kampung Bomela Wamena, melahirkan pada 6 Februari 2017 dengan kondisi normal; namun sang ibu kemudian mengalami sakit sehingga dibawa berobat  oleh suaminya ke Rumah Sakit Umum Wamena pada 8 Februari 2017.

Dirumah sakit tersebut, ibu dan bayinya dipisah, karena yang sakit hanya ibunya dan bukan si bayi; si ibu akhirnya diinfus  perawat dan menjalani pengobatan.

Setelah dua hari menjalani perawatan di rumah sakit, pada 10 Februari 2017 sang ayah diberitahukan bahwa, bayinya telah meninggal.  Menurut suster yang merawat si Bayi terkena infeksi yang menyebabkan kematian. Ayah si bayi tidak terima Karena dari awal masuk berobat yang sakit itu ibunya dan bukan si bayi. Bahkan selama dua hari antara ibu si bayi yang sakit dan bayinya terpisah.

Ketika melihat kondisi bayi dengan tangan bekas infus semakin menambah pertanyaan apa yang terjadi dengan bayi ini. Mengapa tidak ada informasi kepada ayah si bayi dari perawat atau suster yang merawat. Langsung mengambil tindakan yang berakibat pada meninggalnya si bayi.

Tidak terima dengan keadaan itu sang ayah melaporkan peristiwa ini kepada berbagai pihak, antaralain pihak gereja dan juga aktivis HAM Papua.

Memang disatu sisi ia menyadari, ini mungkin takdir tetapi sangat aneh karena yang sakit itu ibunya, dan mungkin saja, si ibu yang dikuatirkan bukan si bayi, malah si bayi yang meninggal. Ia mengingatkan kepada masyarakat yang lain untuk tetap berhati-hati saat berobat ke rumah sakit umum.

Baroy Sambom yang juga Aktivist  HAM dalam laporannya kepada media ini, menilai pemeritah tidak perduli sama rakyat, hanya uang dan suara saja yang dikejar namun tidak diperhatikan tempat orang asli Papua mati banyak dirumah sakit  wamena. Dan tidak pernah orang asli west Papua masuk berobat dirumah sakit itu, tidak pernah orang papua selamat namun hanya mayat-mayat terus keluar dari rumah sakit wamena , maka laporan ini fakta yang terjadi.

Laporan : Baroy Sambom
Editor : Phaul Heger

Minum Kopi Bisa Bikin Panjang Umur, Benarkah?

ilustrasi - ragam kopi papua

Berbahagialah para pencinta kopi, sebab sebuah studi yang diterbitkan di Journal Nature Medicine, para peneliti menemukan bahwa kafein yang terkandung dalam kopi dalam membantu memerangi inflamasi sistematik para orang dewasa.

Penelitian itu menjelaskan bahwa peminum kopi cenderung lebih panjang umur. Bagaimana bisa?
Penulis senior studi, David Furman dari Stanford Institute, bersama rekan-rekannya telah mengungkap lewat temuan bahwa proses alami yang terjadi pada gen orang dewasa dapat memicu tingkat inflamasi yang lebih tinggi. Kemungkinan besar inflamasi ini dapat memicu kanker kardiovaskuler.
Para peneliti menguji tingkat inflamasi pada sampel darah dari 100 orang dewasa muda (20-30 tahun) dan tua (60-89) yang berpartisipasi dalam survei kesehatan jangka pajang. Hasilnya, sampel darah milik partisipan berusia tua yang mengkonsumsi minuman berkafein setiap hari mempunyai tingkat inflamasi rendah.

Bahkan, individu yang mengkonsumsi minuman mengandung kafein lebih dari lima cangkir setiap hari cenderung memiliki tingkat inflamasi sangat rendah.
Salah satu penulis, Mark Davis, mengatakan, penemuan itu menunjukkan bahwa proses inflamasi dasar yang terkait dengan penuaan, tak hanya memicu penyakit kardiovaskular, tetapi juga dipicu peristiwa molekuler yang mungkin dapat ditargetkan dan diperangi.

Artinya, inflamasi terjadi pada tingkat seluler, dan kafein mungkin menjadi salah satu cara untuk menguranginya. Ini juga berpotensi memberi perbeedaan pada kesehatan individu, partisipan berusia tua dengan tingkat inflamasi rendah memiliki lebih sedikit arteri yang kaku—indikator untuk penyakit kardiovaskuler.

“Hubungan antara konsumsi kafein dengan kondisi inflamasi rendah berbanding lurus, jadi lebih banyak minuman berkafein yang dikonsumsi seseorang, semakin rendah pula kondisi inflamasinya,” ujar Furman, dikutip dari National Geographic, Rabu, 25 Januari 2017.

Tidak hanya kopi, studi juga menargetkan teh da soda sebagai sumber kafein. Namun, para ahli mengatakan bahwa kopi dan teh jauh lebih baik daripada minuman bersoda. Sebab, keduanya mengandung lebih banyak antioksidan dan senyawa yang dapat membantu memerangi inflamasi.
Banyak penelitian telah mengungkap berbagai manfaat kopi bagi kesehatan, diantaranya terkait dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, depresi dan bahkan sklerosis ganda. Akan tetapi, mengkonsumsi kopi tentu saja harus diimbangi dengan makan makanan bergizi seimbang dan olahraga teratur.(riauonline.co.id)

Moses Belau, S.Kes, M.Kes : Kaum Intelektual Harus Berperan Penting Dalam Peningkatan SDM

OCTHO- Mahasiswa sering kali disebut sebagai kaum intelektual, kaum terpelajar bahkan kaum terdidik, hal ini karena mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang kehidupan dan alam sekitarnya. Semua itu mereka dapatkan melalui bangku pendidikan yang telah mereka lalui di perguruan tinggi, serta berbagai pengalaman hidup yang telah mereka jalani.

Kaum intelektual dituntut perannya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan menjadi kebutuhan dikemudian hari, dengan demikian seorang kaum intelektual harus menunjukan kepeduliannya untuk mewujudkan pribadi, kelompok bahkan keluarga yang sehat, agar cita-cita melihat orang Papua yang memiliki SDM yang baik dapat terwujud dalam beberapa waktu mendatang.

Hal ini di kemukakan oleh Moses Belau, S.Kes, M.Kes saat memberikan materinya pada acara natal, seminar dan sambut tahun baru Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) se-Jawa dan Bali, serta Sulawesi yang diadakan di Kaliurang, Jogjakarta, Rabu, (29/12-01/01) lalu.

Lebih lanjut menurut beliau, kesehatan dan SDM sangat erat kaitannya. “orang yang sehat sudah tentu akan memiliki SDM yang baik. Karena dengan kesehatan itu, mereka akan memacu diri untuk belajar, bergaul dan menekuni segala aplikasi ilmu untuk sebuah perkembangan hidup mereka. Tetapi berbeda dengan orang yang tidak sehat, sudah tentu kesiapan SDM mereka sangat diragukan.

Oleh karena itu, kita sebagai kaum terpelajar yang ada di tuntut hidup sehat, selain itu di tuntut juga untuk menciptakan SDM yang baik pula. Banyak cara untuk menghasilkan generasi muda dengan SDM yang baik, diantaranya menjaga kesehatan dan kesucian diri kita, karena nantinya kita akan berumah tangga (berkeluarga) dan kita-pun akan menghasilkan keturunan (regenerasi).

“seorang ibu harus memperhatikan kesehatan dirinya, karena akan ada seorang bayi yang dikandungnya suatu saat nanti. Karena sehat dan menjadi manusia yang berkualitas tergantung dari kesehatan ibu yang akan melahirkan dan merawatnya. Seorang suami juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang penting terhadap kesehatan seorang ibu dan memelihara bayi yang akan dilahirkan oleh istrinya. Ini sebuah hal yang begitu urgent”, terangnya.

Menurut bapak tiga anak ini, konsumsi minuman keras yang mengandung alcohol dapat memperburuk kesehatan. “sebagai kaum terpelajar, kita mungkin telah mengetahui manfaat buruk dari pada mengkonsumsi minum-minuman keras, oleh sebab itu, jangan sekali-kali kita menyentuhnya. Karena minuman keras dapat menghancurkan masa depan kita, masa depan keluarga kita dan anak-anak yang akan kita hasilkan, selain itu juga akan mengganggu pola pikir kita. Tentunya hal ini membuat kita harus berhati-hati,’ pungkasnya.

Selain itu juga sex bebas juga dapat merusak masa depan kita. Hal ini juga tentu akan melahirkan perbuatan kawin muda, yang tentu semua orang tidak menginginkan demikian. Apabila kita tetap kawin muda, otomatis masa depan kita tidak begitu baik, selain itu juga kita telah merusak anak yang ada di kandungannya, karena seorang ibu belum memiliki usia yang sesuai untuk melahirkan. Ini harus menjadi perhatian yang serius buat kaum intelektual, khususnya wanita, agar tidak menjadi korban nafsu dari pada kaum pria,” jelas beliau.

Dengan melihat berbagai permasalahan diatas, ada beberapa langkah-langkah yang harus kita ambil untuk tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan SDM dari pada kita dan generasi penerus, seperti; belajar memahi tentang pentingnya kesehatan, menyadari betul fungsi alat reproduksi, menambah pengetahuan kita tentang kesehatan serta mengoptimalkan segala SDM yang telah kita miliki.

Apabila kita telah sampai pada tahap berkeluarga, banyak hal yang harus kita perhatikan, karena ini berkaitan dengan kesehatan seorang bayi dan masa depan sumber daya manusiannya. Beberapa hal penting yang kita sebagai orang tua berikan pada masa pertumbuhan kepada seorang bayi adalah mengontrol segala kesehatannya bayi tersebut, seperti rajin mengantarnya ke puskesmas, posyandu, serta beberapa tempat kesehatan lainnya. Ini sangat penting untuk kesehatan dan kehidupannya di hari esok.

Harapannya dengan penjelasan yang singkat tentang pentingnya kesehatan dan peningkatan SDM ini kaum intelektual lebih di tuntut perannya untuk memberikan pemahaman kepada siapa saja yang belaum paham tentang persoalan ini. Karena banyak orang yang menjadi korban dari pada arus globalisasi karena factor ketidaktahuan mereka. Saya yakin, apabila kaum intelektual membantu saya dalam menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat umum, akan tercipta manusia Papua yang sehat dan berkualitas SDM-nya, sehinga kita dapat bersaing secara baik dan sehat dengan saudara kita yang berasal dari luar Papua,” terang belau mantap. (op)


Sumber: Koran Harian Papua Post Nabire